I Depan I Pengalaman I Teknis Budidaya I FAQ I

Sunday, January 01, 2006

Jodohkan, Hama Pun Hilang

Bersatu kita teguh. Pepatah lama itu ternyata relevan dalam budidaya tanaman. Banyak jenis tanaman jika dikombinasikan dengan tanaman tertentu memberikan dampak positif. Misalnya, sawi yang ditanam dekat kubis mampu mencegah serangan ulat. Tomat yang ditumpangsarikan dengan cabai, menangkal gangguan thrips. Perpaduan ini tidak hanya mencegah serangan serangga organisme pengganggu tanaman, tetapi juga menjaga kelembaban tanah dan membantu penyerbukan. Yang pasti kombinasi itu harus memenuhi criteria : tanaman dapat hidup berdampingan, saling menguntungkan dan hasilnya optimal.

Berikut beberapa contoh perpaduan tersebut

1. Alfalfa (Medicago sativa)
Anggota leguminosae ini mempunyai perakaran dalam. Akarnya mampu menghimpun zat besi, magnesium, fosfor, dan kalsium serta mengikat nitrogen. Tanaman yang tumbuh tegak ini umumnya digunakan untuk tanaman ternak. Alfalfa atau Luzerne dapat ditumpangsarikan dengan berbagai tanaman buah. Akarnya yang panjang menjaga kelembaban lahan. Ketika kemarau panjang tiba, dapat memasok kebutuhan air bagi tanaman yang ditumpangsarikan bersamanya.

2. Asparagus (Asparagus officinalis)
Asparagus dan tomat sejoli istimewa. Tomat mencegah serangan kumbang (Crioceris asparagi) pada asparagus. Sebalinya,asparagus melindungi tomat dari gangguan nemotoda Trichodorus. Akar asparagus mengeluarkan sejenis zat yang tidak disukai nematode penyerang aakar tomat tersebut. Selain dengan tomat, asparagus pun dapat dikombinasikan dengan peterseli.

3. Bawang putih (Allium sativum)
Sayuran umbi berbau menyengat ini tidak disukai tikus dan serangga. Jika ditumpangsarikan dengan wortel, serangga lalat wortel (Psila rosae) berkurang. Bawang putih juga cocok dikombinasikan dengan mawar dan tanaman buah.

4. Buncis (Phaseolus vulgaris)
Kemampuannya mengikat nitrogen bisa menyuburkan tanah. Berbagai sayuran dapat dikombinasikan dengan sayuran ini. Tumpangsari dengan bit mencegah burung pemangsa daun khususnya saat bit masih muda. Kominasi buncis dengan stroberri mempercepat masa panen. Tanaman lainnya yang ccok berteman dengan buncis adalah wortel, mentimun, kentang, labu tomat.

5. Bunga matahari (Helianthus annuus)
Tumpangsarikan bunga matahari dengan mentimun, melon, dan jagung manis. Hasilnya, proses penyerbukan tanaman-tanaman itu lebih cepat. Bunga matahari sangat menarik bagi lebah yang akan membantu proses penyerbukan. Bunga matahari juga berfungsi sebagai tanaman jebakan. Kombinasi bunga matahari dengan kendang menangkal serangan kutu daun dan aphid yang biasanya menyerang kentang. Serangga lebih tertarik pada bunga matahari yang berwarna kuning ketimbang daun kentang.

6. Jagung (Zea mays)
Jagung menyuburkan lahan pertanian. Tanamn yang cocok ditumpangsarikan adalah keluarga kacang-kacangan, labu, dan kentan. Tanah merambat juga dapat ditumpangsarikan dengan jagung. Bahkan mengurangi biaya produksi lantaran tanaman itu langsung dirambatkan pada jagung.

7. Kentang (Solanum tuberosum)
Tanaman yang cocok ditumpangsarikan dengan kentang antara lain buncis, jagung manis, kecang polong dankubis. Kentang mengambil nitrogen dari hasil penghimpunan akar kacang polong. Kentang yang ditumpangsarikan dengan tami (Boehmeria nivea) mencegah serangan Phytophtora infestans. Seadngkan, kombinasi kentang dan bunics menangkal kumbang yang banyak menyerang buncis.

8. Tomat (Lycopercon esculentum)
Tomat dan kubis merupakan ‘pasangan’ serasi. Aroma tak sedap dari daun tomat mencegah gangguan kupu-kupu putih dan ulat yang mengganggu kubis.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home