I Depan I Pengalaman I Teknis Budidaya I FAQ I

Monday, January 09, 2006

Pengendalian Hama Benih

Sumber : Kusnaedi. Pengendalian Hama Tanpa Pestisida. Penebar Swadaya (2003)

Penyimpanan benih biji-bijian yang dilakuakn dengan tidak benar akan menurunkan kualitasnya sehingga daya tumbuhnya pun menjadi berkurang. Penurunan kualitas benih antara lain disebabkan oleh serangan jamur, bakteri dan hama serangga. Jenis hama yang menyerang benih diantaranya berbagai jenis kumbang penggerek dan ngengat.

Benih yang diproduksi oleh produsen benih biasanya sudah diberikan bahan kimia sebagai bahan pengawet. Bila akan memproduksi benih sendiri, pengawetan benih dapat dilakukan tanpa menggunakan bahan kimia. Prinsip pengawetan benih yang baik adalah disimpan dalam keadaan kering dan dengan kadar air rendah.

Secara sederhana, pengendalian benih ditempat penyimpanan agar tidak terserang hama serangga dapat dilakuakn dengan beberapa cara berikut :
- pengendalian hama benih dengan asap di para-para dapur.
- pengendalian hama benih dengan abu.
- pengendalian hama benih dengan garam
- pengendalian hama benih dengan empon-empon
- pengendalian hama benih dengan tepung tanaman


Pengendalian hama benih dengan asap di para-para dapur

Penyimpanan benih di atas para-para perapian di dapur sudah dikenal masyrakat petani, terutama yang tinggal di daerah pedesaan. Dengan cara ini, biasanya benih disimpan utuh dengan kulit buahnya. Beberapa jenis benih yang biasa disimpan dengan cara ini diantaranya jagung, padi, kacang-kacangan, labu, dan berbagai benih sayuran.

Secara alamiah, asap dapur tersebut akan mengeringkan benih yang disimpan dan sekaligus mencegah serangan hama perusak. Benih yang disimpan dengan cara ini biasanya dapat tahan sampai satu tahun.

Pengendalian hama benih dengan abu

Pengawetan benih yang dicampaur dengan abu dilakukan pula oleh petani untuk mencegah serangga berkembanga biak di dalamnya. Di dalam abu tersebut terdapat silica mempunyai permukaan kasar. Akibatnya, tubuh serangga akan tergoires-gores oleh permukaan silica tersebut. Lewat goresan-goresan tersebut akan terjadi penguapan cairan dari dalam tubuh serangga sehingga dapat berakibat kematian pada serangga tersebut. Selain dengan abu, dapat pula digunakan pasir sebagai bahan pengawernya.

Berikut ini cara mengendaliakan hama benih dengan abu

Benih-benih yang akan disimpan dipilih yang berkualitas baik, seperti berumur tua dan berasal dari tanaman yang sehat. Benih tersebut lalau dikeringakan dengan cara dijemur di bawah matahari.

Kaleng bekas biscuit atau blek dengan tutuppnya dibersihkan dan dijemur di bawah matahari.

Abu yang sudah dingin dicampur dengan benih. Perbandingan antara benih dan abu adalah 1:2.

Benih yang sudah dicampur abu dimasukkan ke dalam kaleng atau blek kemudian ditutup rapat dan disimpan di tempat yang kering.

Pengendalian hama benih dengan garam

Penggunaan garam sebagai bahan pengawet berfungsi menyerap uap air disekitar benih yang diawetkan. Cara pengawetan ini cukup murah dan mudah dilakukan. Cara mengendaliakan hama benih dengan garam sbb :

1. benih yang sudah diplih, dikeringkan di bawah sinar matahari.

2. diambil garam sebanyak 2-5 sendokkemudian dibungkus dengan kain atau kaos yang tipis.

3. benih dan bungkusan garam dimasukkan ke dalam kaleng dan ditutup rapat lalu disimpan ditempat yang kering.

Pengendalian hama benih dengan empon-empon

Empon-empon tergolong tanaman obat-obatan, terutama sebagai abhan pokok pembuatan jamu. Bahan-bahan tersebut mengandung zat kurkumin yang dapat menghambat pertumbuhan organisme, khususnya jamur dan bakteri. Di samping mempunyai daya bunuh terhadap bakteri dan jamur, bau empon-empon juga tidak disenangi oleh hama serangga. Karena sifat inilah maka tanaman tersebut dapat dipakai sebagai bahan pengawet benih.

Contoh empon-empon yang dapat digunakan untuk bahan pengawet benih adalah jahe, kunyit, temulawak dan bengle. Cara penggunaan empon-empon tersebut dapat dilakuakn dengan diparut atau dipotong-potong lalu dicampurkan dengan benih dan disimpan di tempat yang tertutup.

Berikut ini cara pengendalian hama benih dengan empon-empon :
1.Dipilih salah satu jenis empon-empon seperti : jahe, kunyit, temulawak dan bengle kemudian diparut.

2.Benih yang akan disimpan harus sudah kering dan dicampur dengan parutan empon-empon tersebut.

3.Benih yang sudah dicampur parutan empon-empon tersebut dijemur hingga kering di bawah sinar matahari.

4.benih yang sudah kering dimasukkan ke dalam kaleng lalu ditutup rapat.

Tepung tanaman

Bentuk kering dan tepung dari botanical dengan beraroma dapat juga dicampurkan ke dalam benih yang disimpan untuk memberikan perlindungan terhadap serangga seperti kumbang.


Tanaman

Nimba
Tumbuk biji kering, daun atau keduanya : dan campurkan 3-4 sendok teh (sekitar 15-20 gram) tepung untuk setiap kelogram benih. Gandakan jumlah tepungnya bila yang digunakan hanya daunnya.

Cabe
Cabe dikeringkan dan dihaluskan, sekitar 4-6 sendok teh (20-30 gram) dicampurkan dengan setiap kilogram benih.

Merica hitam
Campurkan 6 sendok teh (30 gram) biji merica kering atau daunnya dan kemudian dihaluskan untuk setiap kilogram benih yang akan disimpan. Jumlah tepung harus digandakan bila daunnya yang digunakan.

Jahe kuning
Akar atau umbi jahe dikeringkan dan ditumbuk. 4 sendok teh (20 gram) dicampurkan untuk setiap kilogram benih.

Mint
Daun mint dikeringkan dalam bentuk tepung sebanyak 1-4 sendok teh (5-20 gram) untuk setiap kilogram benih yang akan disimpan

Turnip
Biji turnip ditumbuk dan dicampur dengan benih sebanyak 1-2 sendok teh (5-10 gram) untuk setiap kilogram benih.

Tembakau, mango & Lagundi
Tepung daun kering dapat dicampurkan dengan benih. Jumlah yang akan dicampur dengan benih dapat dicoba sendiri.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home